Selasa, 25 November 2008

Pengujian Jalannya Komponen-komponen Sistem Pengereman

Pengujian terhadap sistem hidrolis







Gambar 1.1. Pengujian Sistem Hidrolis


Keterangan kalimat gambar: fire wall=dinding api; Pedal must not drop=Pedal tidak boleh jatuh; Pedal=Pedal; Applied force=gaya injakan yang diberikan; Depressed pedal height=Ketinggian pedal yang diinjak.

Untuk melakukan pengujian terhadap sistem hidrolis ketika mesin kendaraan mati:
Berikan injakan yang ringan pada pedal.
Jika pedal turun dengan sendirinya padahal kaki Anda tidak memaksanya untuk turun ke bawah lagi, menunjukkan bahwa telah terjadi:
Kebocoran hidrolis
Udara yang berlebihan dalam sistem hidrolis
Kerusakan pada mangkokan utama silinder master
Injak secara keras pedal rem.
Pedal yang turun secara berlebihan menunjukkan bahwa telah terjadi:
Penyetelan rem yang tidak tepat
Kegagalan pada salah satu sistem pada sistem pengereman ganda. (Lampu peringatan akan menyala pada panel).
Elastisitas yang dirasakan ketika menginjak pedal rem menunjukkan bahwa telah terjadi:
Adanya udara dalam sistem
Level pemberian fluida yang tidak memenuhi syarat
Kualitas fluida rem yang jelek
Terjepit/tertahannya sepatu rem.
Pedal rem yang terlalu cepat jatuh ke lantai dasar menunjukkan bahwa telah terjadi:
Adanya kebocoran hidrolis yang parah.
Pengujian booster rem















Gambar 1.2 Pengujian Booster Rem

Untuk melakukan pengujian bosster rem sebagai berikut:
Dengan keadaan engine mati, pompa pedal rem beberapa kali untuk mengosongkan simpanan udara.
Berikan tekanan setengah pada pedal rem.
Starter mesin kendaraan
Apabila booster bekerja dengan benar, pedal akan turun sedikit.


Pengujian pemasangan rem roda







Gambar 1.3 Pengujian Pemasangan Rem Roda


Perhatian:
Pengujian rem harus dilakukan di jalan raya yang tidak terhalang dan tidak beresiko terhadap pejalan kaki dan rumah.
Untuk pengujian pemasangan rem roda, prosesnya sebagai berikut;
• Pilihlah permukaan jalan yang kering dan dalam kondisi yang baik.
• Gunakan rem dengan kuat apabila kendaraan mencapai 35k/jam.
• Kendaraan harus berhenti di jalan yang lurus.
• Jika kemudi kendaraan tertarik ke salah satu arah, kesalahan pemasangan rem terjadi pada bagian kebalikan dari arah tertariknya kemudi.
• Tergantung pada permukaan jalan dan tekanan yang diberikan pada pedal, kembangan pada roda mungkin nampak. Kurangnya tanda selip pada salah satu roda menunjukkan kesalahan terhadap pemasangan rem roda. Setelah rem dilepas, kendaraan harus bisa menggelinding dengan bebas.


Uji Coba Rem Tangan








Gambar 1.4. Uji Coba Rem Tangan
Untuk menguji rem tangan, prosesnya sebagai berikut;
• Hentikan kendaraan pada lereng yang curam dan permukaanya kering.
• Gunakan rem tangan.
• Lepas rem kaki tetapi biarkan rem tangan bekerja.
• Kendaraan harus tetap berhenti.

Jika system rem mengalami kebocoran maka tekanan pedal rem tidak akan sesuai denngan yang diberikan karena ada udara didalamnya. Prinsip ini juga akan berlaku bila kampas rem akan mualai menipis, maka respon untuk berhenti akan semakin lama, karena jarak (gap) antara kampas dengan teromol.

Tidak ada komentar: